Postingan

Menampilkan postingan dari 2013
Gambar
Ziarah Kubur di Bulan Sya'ban  Bulan sya’ban telah tiba, sebagian masyarakat kita menamakan bulan sya’ban dengan bulan ruwah. Kata ruwah identik dengan kata arwah, memang keduanya saling berhubungan. Dinamakan bulan ruwah karena bulan ini adalah bulan di mana para arwah leluhur yang telah mendahului kita menengok keluarga yang ditinggalkan di dunia. Dan keluarga yang masih hidup berbondong-bondong mendoakan arwah para leluhur menjelang bulan ramadhan. Baik melalui do’a, sedekah, tahlil dan tahmid maupun langsung berziarah ke kubur. Bulan sya’ban menjadi bulan special, artinya ada beberapa tradisi yang berlaku di bulan ini yang tidak dilaksanakan pada bulan-bulan lain. Diantara tradisi itu adalah menengok makam atau meziarahi kubur orang tua, kakek-nenek, saudara, sanak family, suami atau istri, anak atau bapak yang telah mendahului. Ada banyak macam nama untuk tradisi ziarah kubur menjelang bulan Ramadhan atau di akhir bulan Sya’ban. Sebagian mengatakan dengan...
KOMENTAR ULAMA TENTANG MALAM NISHFU SYA'BAN http://www.madinatuliman.com/3/2/405-sebagian-komentar-komentar-ulama-tentang-malam-nishfu-sya-ban.html Sebelum memaparkan beberapa komentar ulama terk ait malam nishfu Sya’ban, umat Islam hendaknya memperbanyak shalat sunnah seperti shalat Hajat, shalat Istikharah, shalat Witir, shalat Tasbih, dan shalat sunnah Mutlaq. Dan juga memperbanyak membaca Istighfar, shalawat, Al-Qur'an, dzikir lainnya, perbanyak do'a (karena mustajab), shadaqah berupa uang, makanan dan lain sebagainya, serta menjaga hubungan shilaturahim. Komentar Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali Didalam Kitab Lathaif al-Ma’arif (199 - 201) وقال الحافظ ابن رجب الحنبلي رحمه الله في كتابه ((لطائف المعارف)) ص199-201 ما نصه: وليلة النصف من شعبان كان التابعون من أهل الشام كخالد بن معدان، ومكحول، ولقمان بن عامر وغيرهم، يعظمونها ويجتهدون فيها في العبادة، وعنهم أخذ الناس فضلها وتعظيمها “Tentang malam Nishfu Sya’ban, adapun tabi’in–tabi’in (salafush shaleh) d...